Thursday, 13 September 2018

KALAU JARI BISA NGOMONG


Menahan jari tangan untuk tidak mengetik masalah melemahnya rupiah sejak tadi malam ngak tahan juga. Akhirnya jemari ini memilih jalannya sendiri, membahas sedikit mengenai melemahnya rupiah dan lucunya cara mengendalikan keuangan Negara untuk mengatasi melemahnya mata uang.
Ini bukan niat nyinyir, tetapi mau memberi solusi. Kalau mau memberi solusi maka lihat akar masalahnya yang di buka. Di buka ke publik.

Sebenarnya jemari ini masih bisa saya kendalikan tetapi ketika di WA berseliweran data pembanding kekuatan ekonomi 1998 dengan 2018 jemari saya ngak tahan untuk tidak menulis. Juga begitu data kesuksesan pembangunan di sebarkan, semakin tidak tahan jemari ini untuk menari di keyboard komputer tua.

Otak langsung nyala radarnya dan komentar, kok membandingkan penyakit 98 yang tumor dengan yang 2018 yang Parkinson dan narcissism sih? ya terang saja beda. Suasana beda cara kelola Negara beda. Waktu itu ekonomi jebol dan “economic hitman” masuk. Memang di target pak harto nya oleh kepentingan asing.

Kalau sekarang bukan” by design” atau bukan di rencanakan di target tetapi yang saat ini memang salah kelola. Apa ya namanya “by ignorance” kali ya namanya, karena tidak terampil ekonomi memang.
Data ngak bisa di bandingkan dengan peristiwa 1998 dengan 2008 karena beda penyakit 98. Lalu satu lagi hal yang penting : data yang keluarkan “jangan di pilih”. Jangan data yang menguntungkan. Data ya data.

Data https://investasi.kontan.co.id/…/rp-375-triliun-keluar-dari… harus di berikan ke masyarakat juga. Data cadangan valas bank Indonesia tinggal berapa katakan juga. Di awal tahun berapa, 32 milyar dolar kalau ngak salah, sekarang tinggal 10 milyar dolar karena intervensi kalau ngak salah, ada baiknya di buka.

10 milyar dolar itu hanya 1/8 kekayaan bill gates, atau 1/5 kekayaan Jack Ma. Kecil sekali untuk cadangan valas. Intinya dana itu tipis harus dibuka juga berapa merosotnya sejak awal tahun. Valas itu uang yang berwujud di tangan kita. Tunjukan berapa sekarang. Foto kalau perlu, “barbuk “ barang bukti kata anak sekarang.

Sekedar mengingat saja. Hutang luar negeri itu sebaiknya punya cadangan valas mata uang yang sama. Kalau hutang luar negeri 450 billion dolar ya cadangan valasnya sama, bukannya seperti saat ini hanya “berapa gitu” cadangannya , duh males nyebutinnnya. Pokoknya di zona bahaya.

Kapan sih nyadar bahwa masalahnya karena salah kelola bukan masalah luar negeri ke imbas ke dalam negeri. Kalau memang pinter ngak bubrah rupiahnya jangan karena asing aseng lagi, sampai akhir jaman juga yang namanya “asing aseng” mah ada terus.

Lalu deficit APBN kita terbesar dalam sejarah kelola Negarahttps://ekonomi.kompas.com/…/april-2018-neraca-perdagangan-… di jelaskan juga lah.

Sejak 2 tahun lalu saya menulis, investasi jangka panjang “infrastruktur” di ekonomi BUST itu salah. Pilihan harusnya pada infrastruktur jangka menengah. Perlahan membangun infrastruktur itu sampai ekonomi BOOM. Bukan asal bangun karena pakai hutangan.

Pilih investasi dengan kombinasi kekuatan produk dalam negeri terbanyak sisanya luar negeri. Jangan pakai teknologi china, uang china, orang china. Bakal 15.000 dolar di sikat oleh kapitalis yang melihat peluang “lemahnya” cadangan devisa berbading hutang dan berbanding asset produktif. Semua itu analisa kedepan 2 tahun lalu saya menulisnya.

Ini di zona merah sekarang. Padahal harusnya sejak 1 tahun lalu infrastuktur di hentikan pembangunannya. Kenapa di teruskan sih? Penting ya punya “etalase” walau membahayakan ekonomi bangsa? Bisa sih memang ditutup media massa dan strategi cantik “kampenye terus menerus” sampai Asian games di beri gelar oleh media asing sebagai awal (kick off) kampanye presiden incumbent dengan drama theatrical motor terbang. https://asiancorrespondent.com/…/jokowi-campaign-roaring-s…/
Ada solusinya untuk masalah ini semua? Jawabnya ADA. Karena kami sudah menyiapkan sejak 2 tahun lalu juga karena tahu bakal terjadi hal ini termasuk yang akan terjadi pada quarter terakhir 2018 ini. kasih aja keseberang? Khan konco? Wah kok di bawa kepolitik sih? Khan konco saya juga baru di angkat timses hahaha. Jadi saya putuskan saya ngak ke kiri ngak kekakan, saya NKRI garis lurus. Pastinya ngak ke china aja!
Read more »

0 comments:

Post a Comment

Copyright © A. FAISAL 2010

Template By annifaisal