Q: Apa bedanya stoploss dengan cutprofit?
A: Perbedaan keduanya adalah stoploss terjual dalam kondisi masih rugi dan cutprofit terjual dalam kondisi untung. Persamaan antara stoploss dan cutprofit adalah sama-sama proteksi atau batasan penurunan maksimal untuk hold sebuah saham atau istilah lainnya trailing stop. Jadi apabila sebuah saham menyentuh level stoploss dan cutprofit sistem akan otomatis menjual diharga tersebut dan mengabaikan setelahnya apakah saham tersebut naik kembali atau turun lanjut karena saham tersebut dianggap keluar dari plan.
Misal: instruksi beli saham AAAA di 100 didalam trading plan stoploss awal di 90 dengan target 130. Kemudian saham naik ke 110,
Skenario pertama: ada instruksi stoploss dinaikan di 98. Jika saham turun di 98 maka harga terjual otomatis. Alhasil masih rugi karena terjual dibawah harga beli.
Skenario kedua: harga naik lanjut ke 120 sehingga stoploss dinaikan dari 98 menjadi 105. Stoploss berubah nama menjadi cutprofit karena 105 lebih tinggi dari 100 (harga beli). Apabila harga turun di 105 sistem akan menjual secara otomatis. Alhasil posisi terjual untung tapi tidak sesuai target
*** Perlu diketahui di era digitalisasi sebuah sistem autosell adalah alat yang sangat penting untuk diterapkan untuk memproteksi dana dari kerugian tak terkontrol yang disebabkan oleh faktor psikologi manusia yang sering terlambat, lalai atau emosional. Jika anda belum menggunakan segera gunakan, jika sistem trading anda belum menyediakan menu cari sistem lain atau OLT lain yang menyediakan karena proteksi adalah sabuk pengaman.
0 comments:
Post a Comment